Ini Gw Loh

Ini Gw Loh

Kamis, 03 November 2011

Tugas Seminar Proposal Suki Meyastuty

Nama   : Suki Meyastuty
Nim     : 234411003
Jurusan: S1 AP / MLM


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Memasuki era globalisasi yang penuh dengan kompetisi tidak hanya domestik melainkan juga internasional, membuat organisasi atau perusahaan berusaha terus-menerus mencari cara untuk membuat atau menghasilkan produk bernilai tinggi bagi pelanggan. Tidak hanya secara fisik produk harus terlihat bagus, tapi juga cara pelayanan yang diberikan ke pelanggan juga perlu diperhatikan,yaitu pelanggan harus merasa puas dan tetap berhubungan dengan perusahaan yang bersangkutan. Di samping itu, permasalahan efisiensi dan efektifitas biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penyimpanan barang dan pengeluaran barang juga harus diperhatikan agar pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dapat berjalan dengan baik.
 Diantara rangkaian kegiatan usaha penyimpanan barang dan pengeluaran barang (distribusi barang) tersebut, maka adanya dikenal suatu usaha yang khusus menangani penyimpanan dan pengeluaran barang (distribusi barang) yang ada di Indonesia, salah satunya  yang dikenal adalah dengan nama PT. Diethelm Keller Siber Hegner (DKSH Tunggal) yang saat ini sudah berubah nama menjadi PT. Parazelsus Indonesia (PZI)
PT.  Parazelsus Indonesia adalah salah satu perusahaan distribusi farmasi terkemuka di Indonesia di bidang layanan kesehatan internasional yang saat ini menjadi pemimpin pasar (market leader) dengan bentuk pelayanan jasa, logistik, dan pemasaran yang menyediakan jaringan distrbusi terluas di Indonesia dengan mengutamakan jasa pengiriman yang lebih cepat dan pilihan produk layanan kesehatan yang lebih luas. Dengan didukung oleh Teknologi Informasi (TI) tercanggih, jaringan regional, kualitas dan layanan distributor internasional terkemuka ditambah dengan keahlian perusahaan Indonesia yang memiliki pengetahuan mendalam dan juga memiliki hubungan yang dibutuhkan untuk dipasar lokal.
Untuk mendukung kegiatan operasionalnya dan terpenuhinya kebutuhan konsumen, PT. Parazelsus Indonesia  memiliki 25 kantor cabang, 32 kantor penjualan, dan lebih dari 30.000 direct account. Selain itu juga didukung lebih dari 1.000 karyawan dan 500 tenaga penjual berpengalaman.
PT. Parazelsus Indonesia memiliki 16 klien / prinsipal di Indonesia antara lain Actavis, Novartis, Apex, Biovit, Danpac, Genzime, Ginsana, Hawphar, Ifars Pharma, Leo, Lundbeck, Nufarindo, Tunggal Idaman, Zambon, Sandoz, Johnson & Johnson. Secara keseluruhan jumlah produk yang didistribusikan mencapai lebih dari 10.000 SKU.
PT. Parazelsus Indonesia bekerja dengan efisien sehingga mampu memberikan nilai tambah kepada pasar layanan kesehatan di Indonesia. Pelanggan akan senang dengan keleluasaan memiliki beragam produk yang tersedia cakupan pengiriman yang lebih luas dan cepat, serta efisiensi biaya yang tetap berpedoman pada etika persaingan sehat. Untuk mendukung pengiriman barang dan pengelolaan pergudangan, PT. Parazelsus Indonesia telah menerapkan Distribution Requirement Planning (DRP) dan System Application and Product In Data Processing (SAP). Dengan menerapkan Distribution Requirement Planning (DRP), sistem pengelolaan pergudangan menjadi lebih teratur dan terkoordinasi dengan baik. Terutama untuk penempatan stok produk yang dikirimkan kepada para prinsipal dan kemudian akan didistribusikan kembali ke berbagai cabang yang ada di seluruh Indonesia.
PT. Parazelsus Indonesia memiliki cabang di berbagai daerah seperti di Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Jawa dan Bali. Mengingat kebutuhan produk yang berbeda di setiap cabang, maka pengiriman stok produk ke setiap cabang akan berbeda dari cabang yang lainnya.  Agar pengiriman stok produk ke gudang cabang tidak berlebihan atau kurang, maka setiap cabang harus dapat memperkirakan kebutuhan produk yang harus dikirim ke gudang.
Hal itu berarti setiap cabang harus memiliki riset dan strategi terkait dengan pergudangan. Dengan dukungan teknologi Distribution Requirement Planning (DRP) dan System Application and Product In Data Processing (SAP) dapat diinformasikan jenis produk, jumlah produk, dan lokasi produk yang dibutuhkan cabang. Ketika cabang membutuhkan produk tertentu, akan mudah terlihat di SAP, dimana jenis produk itu berada, dan berapa jumlah (stok) yang tersedia di gudang.
Setiap perusahaan selalu membutuhkan material untuk memenuhi kebutuhan kegiatan operasionalnya. Tidak tersedianya material dalam persediaan pada saat dibutuhkan akan dapat mengakibatkan terganggunya proses kegiatan distribusi pada perusahaan distributor, penggunaan sumber daya yang tidak maksimal, hilangnya kepercayaan dan kesempatan penjualan produk kepada konsumen atau pelanggan yang berarti kerugian bagi perusahaan. Dengan kata lain kecepatan penanganan dalam pengeluaran barang sangat diperlukan dan merupakan hal penting bagi kelancaran operasional perusahaan.
Proses pengeluaran barang adalah suatu kegiatan untuk mengeluarkan barang dari gudang sesuai dengan dokumen-dokumen yang terkait yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dapat dikatakan peranan bagian pengeluaran barang sangat berperan penting atas sampainya barang kepada konsumen dengan tepat, baik tepat tempat, tepat waktu, dan tepat jumlah.
Tertarik akan hal-hal yang dikemukakan diatas, penulis ingin mengemukakan dalam bentuk sebuah laporan dengan judul ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PENGELUARAN BARANG FARMASI  PADA PT. PARAZELSUS INDONESIA  JAKARTA TAHUN 2011”
  1. Perumusan Masalah
1.      Identifikasi Masalah
Permasalahan yang penulis angkat pada penelitian yang dilakukan pada PT. Parazelsus Indonesia adalah :
1.      Peralatan dan fasilitas yang kurang sehingga memperlambat proses picking.
2.      Pembagian area pengiriman sesuai drop point yang belum sistematis yang memakan waktu.
3.      Petugas Operasional lapangan yang tidak bekerja sesuai prosedur yang ada.
4.      Order yang over load pada saat hari pembelian Rumah Sakit ataupun Apotek.
5.      Material handling yang kurang baik sehingga terjadinya kerusakan pada barang yang akan dikirim.
2.      Pembatasan masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dibahas diatas penulis membatasi peneletian pada PT. Parazelsus Indonesia menyangkut masalah yang mempengaruhi keterlambatan pengeluaran barang dari gudang khususnya dalam hal ketepatan waktu pengiriman produk sebagaimana mestinya sehingga kepuasan pelanggan dapat tercapai.
3.      Pokok Masalah
1.      Bagaimana penyebab terjadinya keterlambatan pada proses pengeluaran barang dari gudang ?
2.      Bagaimana Hamabatan yang terdapat dalam  proses pengeluaran barang dari gudang ?
3.      Bagaimana penyebab Terjadinya kerusakan saat material handling pada  barang yang akan dikirim ?
  1. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
a.    Untuk mengetahui bagaimanakah proses penanganan  pengeluaran barang Farmasi pada gudang PT. Parazelsus.
b.    Untuk mengetahui bagaimanakah kinerja karyawan operasional PT. Parazelsus  dalam proses penanganan  pengeluaran barang farmasi.
c.    Untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kinerja karyawan operasional PT. Parazelsus dalam proses penanganan  pengeluaran barang farmasi.

2.      Manfaat Penelitian
a.    Bagi Penulis
Sebagai bahan untuk menambah pengetahuan serta wawasan penulis, terutama akan masalah-masalah yang berkaitan dengan pengaruh kinerja karyawan terhadap proses penanganan  pengeluaran barang farmasi.
b.    Bagi Perusahaan
Sebagai bahan masukan yang mungkin dapat digunakan oleh perusahaan mengembangkan kinerjanya. Memberikan input yang bersifat positif sehingga kinerja PT. Parzelsus dapat menjadi lebih baik dan mengembangkan sisem serta pelaksanaan kegiatan terkait, sehingga lebih profesional dalam menjalankan kegiatan perusahaan.
c.      Bagi STMT Trisakti
Sebagai salah satu tolak ukur tingkat intelektualitas mahasiswanya dalam pengaplikasian ilmunya dan juga sebagai bahan untuk melengkapi perbendarahaan buku-buku perpustakaan yang diharapkan dapat berguna sebagai bahan bacaan, acuan dan referensi serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
  1. Metodologi Penelitian
     Dalam penyusunan penelitian ini, Penulis melakukan penelitian diperusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pendistribusian barang farmasi. Disamping itu, untuk lebih memperkaya isi dari penulisan karya akhir ini, maka penulis juga melakukan telah kepustakaan yang dilakukan di perpustakaan yang berada di STMT Trisakti, Perpustakaan Nasional, Jakarta. Di perpustakan-perpustakaan tersebut, penulis mencoba mendapatkan informasi-informasi yang berhubungan dengan pokok permasalahan dan mendukung penyelesaian karya akhir ini
1.      Metode Pengumpulan Data
a.      Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan adalah data kualitatif maupun kuantitatif. Adapun yang dimaksud dengan data kuantitatif dan data kualitatif adalah sebagai berikut :
1)    Data kuantitatif  yaitu data dari hasil serangkaian observasi atau pengukuran yang dinyatakan dalam bentuk angka.
2)   Data kualitatif yaitu data dari hasil serangkaian observasi tidak dinyatakan dalam bentuk angka – angka tapi berupa kategori. Sumber data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Yang dimaksud dengan data primer dan data sekunder yaitu :
a)    Data Primer yaitu data yang diperoleh langsung dari karyawan  berupa jawaban terhadap pertanyaan dalam kuesioner.
b)   Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari berbagai sumber bacaan yang dapat dipergunakan sebagai dasar penunjang dalam menganalisis masalah – masalah yang menjadi pembahasan dalam karya ilmiah ini. Data Sekunder diperlukan dengan cara membaca berbagai macam buku yang berhubungan dengan skripsi ini atau merupakan suatu data pelengkap yang dicari di luar perusahaan dan dari catatan – catatan perusahaan.
b.      Populasi dan Sampel
Menurut Prof. Dr. Sugiyono (2010:80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh karyawan departemen operation warehouse PT. Parazelsus Indonesia. Sampel menurut Sugiyono adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam setiap penelitian, kriteria sampel dapat meliputi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi, dimana kriteria tersebut menentukan dapat dan tidaknya sampel yang akan digunakan. Kriteria inklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian dapat mewakili dalam sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel.  Sedangkan kriteria ekslusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian, seperti adanya hambatan etis, menolak menjadi responden atau suatu keadaan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian.
c.       Penelitian Lapangan ( Field Research)
Metode pengumpulan data dan informasi dengan mengadakan tinjauan dan penanganan langsung pada proses penerimaan barang di gudang. Data ini merupakan data primer yang dipakai dalam menganalisis topik yang dipilih.
1)    Observasi
Yaitu pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
2)    Wawancara
Yaitu metode pengumpulan data dengan cara wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait pada perusahaan tersebut, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penelitian ini.
3)    Kuesioner
Yaitu teknik pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas dasar pertanyaan tersebut. Daftar pertanyaan dapat bersifat terbuka jika jawaban iya dan tidak di tentukan sebelumnya sedangkan bersifat tertutup jika alternatif jawaban telah di sediakan.
d.      Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan ini dimaksudkan untuk mencari, mencatat dan mengumpulkan bahan bacaan dari literatur yang terdapat di perpustakaan yang berhubungan dengan topik yang dipilih serta data – data dari sumber – sumber tertentu yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
2.      Metode Analisis Data
      Untuk melakukan analisa data dalam skripsi ini penulis melakukan pendekatkan metode analisis deskriptif. . Dalam bukunya Metode Penelitian di Bidang Sosial, Prof.H. Hadari Nawawi (2001 : 63) berpendapat bahwa   metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan mengambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain – lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta – fakta yang tampak atau sebagaimana adanya.

  1. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi dibuat untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi skripsi secara keseluruhan, penyusunan skripsi ini dibagi dalam lima bab, yaitu :
BAB I   : PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah yang meliputi pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian serta sistematika penulisan skripsi.
BAB II     :  LANDASAN TEORI
                Pada bab ini penulis menguraikan secara umum mengenai teori-teori pendukung yang berhubungan dengan permasalahan. Hal ini dimaksudkan sebagai dasar teoritis yang akan digunakan dalam melakukan pembahasan pokok permasalahan.
BAB III : GAMBARAN UMUM
Dalam bab ini dibahas mengenai objek penelitian, menguraikan sejarah singkat PT. Parazelsus indonesia, struktur organisasi dan manajemen perusahaan serta kegiatan dan perkembangan objek perusahaan.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Bab ini merupakan inti dari penulisan skripsi yang akan membahas dan menjelaskan mengenai masalah-masalah yang diungkapkan dalam perumusan masalah. Masalah yang dianalisis adalah masalah yang ada dalam pokok masalah. Masalah dianalisis dengan teori dan alat analisis yang telah dipilih dan ditentukan sebelumnya, alat analisis yang digunakan adalah fishbone diagram.
BAB V     : PENUTUP
Dalam bab terakhir ini, penulis mencoba untuk menarik kesimpulan dari bab IV analisis dan pembahasan, dan mencoba untuk memberikan saran-saran yang sekiranya dapat bermanfaat.
                                            

DAFTAR PUSTAKA
Marzuki, C. 1999. Metodologi Riset. Jakarta: Erlangga.
Buku-buku yang penulis gunakan antara lain :
·                     Noerharyono, Manajemen Pergudangan, Sekolah           Tinggi Manajemen Transpor Trisakti, Jakarta, 2000
·                     Purnama, Diktat Manajemen Material, Sekolah                 Tinggi Manajemen Transpor Trisakti, Jakarta, 2007
·                     Soebagio, Rob, Manajemen Logistik, Sekolah     Tinggi Manajemen Transpor Trisakti, Jakarta, 2002
·                     S. P. Hasibuan, H. Malayu, Manajemen : Dasar<                Pengertian dan Masalah, Bumi Aksara, Jakarta, 2001
·                     Sunguh, As’ad, Kamus Ekonomi Perdagangan,   Gaya Media Pratama, Jakarta, 1992


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar