Ini Gw Loh

Ini Gw Loh

Senin, 24 Oktober 2011

TUGAS PROPOSAL PRIBADI ADE UTAMI YULIARTI 234311006

ADE UTAMI YULIARTI
234311006
TUGAS (SEMINAR) PROPOSAL PRIBADI

UPAYA MEMINIMALISASI KETERLAMBATAN OPERASI MUAT PETIKEMAS EKSPOR DI TERMINAL PT. MUSTIKA ALAM LESTARI TAHUN 2009-2010


1.      PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
Pelabuhan merupakan tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu, yang dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan perekonomian. Dengan semakin berkembangnya kegiatan perdagangan internasional melalui bidang usaha pelayaran, maka pengangkutan barang melalui jalur laut juga berkembang pesat. Dengan meningkatnya perdagangan internasional melalui angkutan laut, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap jumlah dan jenis barang muatan yang semakin meningkat maka sangat berpengaruh terhadap sarana alat angkutannya dan termasuk sarana pelayanan pelabuhan dan fasilitas penunjang untuk melayani kapal dan barang. Indonesia sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, memiliki empat pelabuhan utama, yakni PELINDO I (Belawan), PELINDO II (Tanjung Priuk),  Pelindo III (Tanjung Perak) dan PELINDO IV (Makasar). Fungsi dari pelabuhan adalah sebagai tempat pertemuan (interface), mata rantai (link), pintu gerbang (gateway) dan industrial entity. Yang dimaksud fungsi Pelabuhan sebagai link atau mata rantai ialah segala kegiatan yang di lakukan memiliki pengaruh terhadap kegiatan lainnya, sehingga saling berkaitan satu dengan yang lainnya, dengan contoh ruang lingkup kecil sebagai berikut : sebuah terminal petikemas yang memiliki fasilitas dermaga, alat bongkar-muat, dan lapangan penumpukan petikemas, bila salah satu fasilitas lapangan mengalami kerusakan, misalnya pada alat bongkar muat, maka secara langsung akan mempengaruhi kegiatan di dermaga maupun di lapangan penumpukan.
Terminal petikemas adalah terminal dimana dilakukan pengumpulan petikemas dari hinterland ataupun pelabuhan lainnya untuk selanjutnya diangkut ketempat tujuan ataupun terminal petikemas lainnya. Menurut Suyono, terminal petikemas sekurang-kurangnya harus di lengkapi dengan fasilitas berupa tambatan, dermaga, lapangan penumpukan serta peralatan yang layak untuk melayani kegiatan bongkar muat petikemas. Terminal petikemas di gunakan sebagai tempat untuk menumpuk petikemas-petikemas baik yang akan dikirim atau di ekspor maupun yang akan diterima atau di impor selama dalam proses administrasi untuk pengambilan petikemas oleh pemilik dari petikemas tersebut. Penentuan alokasi petikemas di lapangan penumpukan maupun di atas kapal harus memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi penumpukan petikemas tersebut, antara lain: dimensi/ukuran petikemas, berat petikemas, jenis petikemas, tujuan pengiriman dan jadwal kapal pengangkut.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan di terminal petikemas, diantaranya yard occupancy ratio (YOR). YOR adalah perbandingan kapasitas lapangan terhadap petikemas yang di timbun. Semakin banyak petikemas yang di timbun di terminal petikemas, berarti penggunaan lapangan penumpukan semakin mendekati kapasitas maksimal penumpukan di lapangan penumpukan tersebut. Pada umumnya YOR ideal bagi sebuah lapangan penumpukan adalah 60% - 70%. Maka dari itu terminal petikemas harus memperhatikan keseimbangan YOR di terminal dan memperhatikan kesiapan terminal dalam melayani kegiatan kapal dan barang. Semua kinerja fasilitas di terminal petikemas harus di perhatikan agar berjalan sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan, sesuai dengan prinsip fungsi pelabuhan sebagai mata rantai.
PT. Mustika Alam Lestari (MAL) adalah salah satu terminal petikemas yang berada di Pelabuan Tanjung Priuk. yang bergerak di bidang jasa bongkar muat. Pada bulan Juli 2004, PT. MAL terpilih sebagai Mitra PT. Multi Terminal Indonesia (MTI) dalam pengoperasian dermaga dan lapangan penumpukan 214 dan 300 di Pelabuan Tanjung Priuk. Semua kegiatan operasional telah di dukung oleh teknologi informasi antara lain aplikasi Container Terminal Operation System (CTOS) yang dapat diakses secara online dengan perangakat di lapangan tanpa menggunakan kabel, sehingga dapat memudahkan di dalam menginput data di lapangan saat bongkar muat petikemas. Sementara itu untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kapal dan barang, PT. MAL telah dilengkapi dengan sistem keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan sesuai persyaratan berstandar internasional, yaitu International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code). Namun dalam pelaksanaannya sering terjadi keterlambatan proses bongkar-muat petikemas dari dan ke kapal, akibat keterlambatan kedatangan kapal di terminal PT. MAL dan kesiapan terminal untuk melayani kapal dan barang.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah Skripsi dengan judul :
”UPAYA MEMINIMALISASI KETERLAMBATAN OPERASI MUAT PETIKEMAS EKSPOR DI TERMINAL PT. MUSTIKA ALAM LESTARI.

1.2.   Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah di tuliskan pada uraian latar belakang, maka penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
a.       Ketidaksesuaian antara jadwal yang telah di tentukan dengan proses muat petikemas di terminal.
 b.     Belum terealisasikan pelayanan yang handal dan tepat waktu.

1.3.   Batasan Masalah
Penulisan Tugas Akhir ini dilakukan terhadap cara mengatasi permasalahan akibat keterlambatan operasi muat petikemas ekspor di terminal PT. MAL Tanjung Priuk, sehingga perlu dibatasi pada pokok masalah yang meliputi:
a.       Sistem dan Prosedur yang telah di tetapkan oleh PT. Mustika Alam Lestari
b.      Teknik pelaksanaan staff operasional di lapangan ekspor.
c.       Teknik pelaksanaan kegiatan operasional planner untuk menangani keterlambatan kedatangan kapal terhadap petikemas ekspor pada tahun 2009-2010.

1.4.   Pokok Permasalahan
a.       Bagaimanakah upaya untuk meminimalisasikan keterlambatan operasi muat petikemas ekspor di terminal PT. MAL?
b.      Bagaimanakah kondisi lapangan bila terjadi keterlambatan proses muat petikemas?
c.       Apakah hubungan antara keterlambatan proses muat petikemas ekspor dengan kondisi di lapangn?

1.5.   Tujuan Penulisan Tugas Akhir
Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan ini adalah :
a.       Untuk mengetahui sebab dan akibat yang ditimbulkan akibat keterlambatan proses muat petikemas ekspor ke kapal.
b.      Untuk mengetahui apakah penanganan keterlambatan pemuatan petikemas telah sesuai dengan sistem dan prosedur yang ada.
c.       Untuk mengetahui situasi dan kondisi yang aktual tentang akibat terjadinya keterlambatan operasi muat petikemas di lapangan  terminal PT. MAL.

1.6.   Manfaat Tugas Akhir
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah :
a.       Bagi Penulis
Manfaat penulisan tugas akhir ini bagi penulis dapat dijadikan bahan guna memperluas dan memperdalam pengetahuan tentang masalah yang dihadapi serta sebagai suatu sarana dasar untuk mencoba menerapkan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat di bangku perkuliahan.
b.      Bagi Lembaga Universitas Negeri Jakarta
Untuk menambah perbendaharaan bahan bacaan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) serta dapat digunakan sebagai bahan informasi.
c.       Bagi Perusahaan Penyedia Jasa Lapangan Penumpukan Petikemas
Khususnya bagi PT. MustikaAlam Lestari, dapat meningkatkan kualitas perusahaan dimata para pelanggan sehingga menghasilkan kepuasan pelanggan.

1.7.   Metedologi Penelitian
Di dalam pengumpulan data serta keterangan-keterangan yang diperlukan dapat dipergunakan beberapa teknik pengumpulan data. Hal ini dimaksudkan agar dapat diketahui teknik yang digunakan dalam upaya memperoleh data. Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode-metode penelitian sebagai berikut :
1.      Jenis dan Sumber Data
a.       Jenis Data
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data kualitatif maupun kuantitatif. Apabila data yang diperoleh berupa data kualitatif, analisis non statistik atau statistik non parametrik digunakan dalam proses analisisnya. Sebaliknya, data kuantitatif dianalisis dengan analisis statistik (parametrik).
b.      Sumber Data
Sumber data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden berupa jawaban terhadap pertanyaan dalam kuesioner. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh melalui data yang diteliti dan dikumpulkan oleh pihak lain yang berkaitan dengan masalah penelitian.
2.      Populasi dan Sampel
a.       Populasi
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah PT. Mustika Alam Lestari adalah berjumlah 220 karyawan.
b.      Sampel
Data dikumpulkan dengan cara mengambil sampel secara acak atau sampling sebanyak 7 orang.
3.      Teknik Pengumpulan Data
Dalam penyusunan karya ilmiah ini, penulis juga menentukan teknik pengumpulan data, dimana artinya adalah cara mendapatkan data dan informasi keadaan yang sebenarnya atau langsung dari objek yang diteliti dan dapat dipertanggung jawabkan agar dapat diolah dan disajikan menjadi suatu gambaran dan pandangan yang jelas dan benar. Demi terkumpulnya data-data dan informasi yang dibutuhkan, maka penulis melakukan penelitian dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a.      Penelitian Lapangan (Field Research)
Studi lapangan atau Field Research adalah penelitian yang dilakukan dalam kehidupan sebenarnya. Pada hakikatnya metode ini untuk menemukan secara spesifik dan realistik tentang apa yang sedang terjadi pada suatu saat di tengah kehidupan masyarakat. Dalam peninjauan ini penulis telah menempuh beberapa langkah, yaitu :
1)      Observasi
Adalah melakukan sesuatu pengamatan langsung atas fakta yang dijumpai di tempat objek penelitian serta data yang diberikan oleh perusahaan.
2)      Wawancara
Wawancara yaitu penulis bertanya kepada pihak yang terkait secara langsung dalam kegiatan persediaan pada perusahaan distributor farmasi. Dalam melaksanakan penelitian, penulis melakukan berbagai wawancara langsung, mengadakan tanya jawab dan diskusi tentang objek penelitian dengan pihak perusahaan bersangkutan yang dapat dijadikan sumber yang dianggap mampu dan berkompeten dalam menangani bidang-bidang pekerjaan yang diteliti.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi arus informasi dalam wawancara, yaitu :
·         Pewawancara
Adalah pengumpulan informasi, dalam hal ini yang bertindak sebagai pewawancara adalah penulis sendiri.
·         Responden
Responden merupakan pemberi informasi yang diharapkan dapat menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan lengkap. Penulis telah mewawancarai beberapa responden dari pihak perusahaan, diantaranya adalah :
- operation Manager                     :           1 orang
- Senior Shift Supervisor                :           1 orang
- Operation supervisor Staff          :           2 orang
- Operation gate staff                    :           1 orang
- Operation Gate staff                   :           1 orang
- Operation ship staff                     :           1 orang
3) Dokumentasi
Yaitu berupa data-data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang penulis dapatkan. Dokumen-dokumen tersebut merupakan bukti autentik yang berhubungan dengan proses muat petikemas ekspor, antara lain :
-          alat-alat bongkar muat
-          container
b.      Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Studi kepustakaan atau Library Research adalah penelitian yang bertujuan mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam material yang terdapat di ruang-ruang perpustakaan. Pada hakikatnya data yang diperoleh dengan Library Research yang dapat dijadikan landasan dasar dan alat utama
c.       Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
Untuk mengumpulkan informasi dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawab secara teratur pula oleh responden. Jumlah responden sebanyak 4 orang. Pengukuran dari jawaban responden dengan menggunakan Guttman, yaitu skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat jelas dan konsisten, merupakan skala kumulatif.
4.      Teknik Analisis Data
Dalam mencari factor-faktor penghambat proses muat petikemas ekspor pada PT. Mustika Alam Lestari maka penulis menggunakan analisis Diagram Sebab Akibat.
Pendekatan Diagram Sebab Akibat ini menurut Vincent Gasperz (1998:79) adalah “Diagram yang menunjukkan hubungan antara sebab dan akibat”. Diagram tersebut dipergunakan untuk menunjukkan faktor-faktor penyebab (sebab) penurunan produktivitas dan karakteristik (akibat) yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab itu.
Diagram sebab akibat ini sering juga disebut sebagai diagram tulang ikan (fishbone diagram) karena bentuknya seperti kerangka ikan. Diagram ini pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Kaoru Ishikawa dari Universitas Tokyo pada tahun 1953 sehingga dikenal sebagai Diagram Ishigawa (Ishigawa’s Diagram).
Dengan diketahui penyebab masalah tersebut, dapat diambil tindakan perbaikan yang efektif. Pada dasarnya diagram sebab akibat dapat dipergunakan untuk kebutuhan-kebutuhan berikut (Gasperz, 1998:79) :
a.       membantu mengidentifikasi akar penyebab dari suatu masalah ,
b.      membantu membangkitkan ide-ide untuk solusi maslah,
c.       membantu dalam penyelidikan atau pencarian fakta lebih lanjut.
Diagram tulang ikan terdiri dari permasalahan utama dan penyebab utama. Jadi, penyebab utama dihubungkan dengan permasalahan utama melalui cabang utama. Tiap cabang utama memiliki cabang-cabang penyebab yang lebih kecil dimana tiap cabang memiliki hubungan dengan penyebab utama dan memiliki rangkaian penyebab yang lebih spesifik.
Pembuatan diagram tulang ikan ini memberikan brainstorming untuk menentukan permasalahan dan menganalisa penghambat kegiatan proses muat petikemas.

I.8 Sistematika Penulisan
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis mengajukan dari keseluruhan uraian dan membagi atas lima bab dengan bagian-bagian satu sama lain saling berkaitan. Adapun perincian dari tiap-tiap bab tersebut adalah sebagai berikut :
            BAB I                         :           PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis mengemukakan tentang latar belakang penulisan, perumusan masalah, tujuan dan maanfaat penulisan, metodologi penelitian yang digunakan serta sistematika penulisan.
BAB II                        :           LANDASAN TEORI
Tinjauan pustaka memuat uraian mengenai ilmu pengetahuan yang terdapat dalam kepustakaan, pengertian dan hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini.
            BAB III                      :           GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang sejarah singkat perusahaan, kondisi perusahaan yang menjadi objek penelitian dalam karya ilmiah ini, latar belakang berdirinya, perkembangan dan jenis usaha, organisasi serta manajemen perusahaan.
            BAB IV                      :           ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini penulis menguraikan deskripsi data yaitu mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan serta kinerjanya dan masalah-masalah yang berkaitan dengan proses persediaan barang farmasi pada gudang PT. Parazelsus Indonesia serta menganalisis data-data yang ada kaitannya dengan permasalahan yang akan dibahas sehingga ditemukan penyebab timbulnya masalah.  Selain itu, penulis juga mengemukakan berbagai cara untuk memecahkan masalah yang telah ditentukan serta melakukan evaluasi terhadap alternatif pemecahan masalah yang telah ditemukan.
            BAB V                        :           PENUTUP
Dalam bab ini merupakan bab terakhir dalam penyusunan laporan, dimana penulis akan menyampaikan beberapa kesimpulan dari hasil pembahasan pada bab sebelumnya dan memberikan saran.

DAFTAR PUSTAKA
Suyono, R. P. 2005. Shipping : Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut. PPM, Jakarta.
Koleangan, Dirk. 2008. Container System : Sistim Petikemas. Jakarta.

1 komentar:

  1. ini lanjutannya mana? butuh informasi tentang Container Terminal operation system nih please

    BalasHapus