Ini Gw Loh

Ini Gw Loh

Senin, 19 September 2011

TUGAS MATERI SEMINAR KELOMPOK 2

TUGAS KELOMPOK

Disusun Oleh :                                                                        Nama Dosen : Osman Arofat
1.    Aria Muhamad                   (2341 11 000)                          Mata Kuliah : Seminar
2.    Ibrahim                               (2341 11 000)                          Jumlah SKS : 3
3.    Gandi Indra Sukmana        (2341 11 004)                         
4.    Herwan Yulizarsyah           (2341 11 002)
5.    Edo Bimawardhana           (2341 11 003)

Berikut ini akan kami jelaskan secara ringkas berbagai bentuk pertemuan ilmiah baik bersifat non ilmiah ataupun ilmiah sendiri. Beberapa pertemuan yang bersifat non ilmiah sepertihalnya pertemuan yang membahas tentang Politik, Kongres ataupun Konfrensi partai politik ataupun Organisasi massa. Dalam hal ini pertemuan yang mereka adakan lebih bersifat intern (masalah pribadi dalam organisasi)  dan kebanyakan hanya membahas tentang politik / organisasi mereka sendiri.
Berikut adalah beberapa bentuk – bentuk dari pertemuan ilmiah antara lain :
A.     Seminar
Yang berasal dari kata seminarium bahasa latin yang artinya tanah tempat menanam benih. Suatu pertemuan ilmiah yang membahas tentang suatu masalah yang diikuti banyak peserta dan mereka yang ahli di bidangnya sehingga akan diperoleh suatu rumusan yang disepakati bersama.
seminar-ansor-grobogan
Gambar 1. Contoh acara Seminar yang dilakukan oleh pers nasional

Adapun beberapa definisi lain mengenai seminar, antara lain:
1.      Pertemuan Mahasiswa Bidang Keilmuan Tertentu.
Yaitu Pertemuan sejumlah mahasiswa perguruan tinggi bidang keilmuan tertentu di bawah pimpinan mahaguru yang bersangkutan.
2.      Pemecahan Masalah.
Yaitu Suatu kegiatan pemecahan masalah pada tema tertentuyang telah ditetapkan yang melibatkan para pakar, biasanya dari perguruan tinggi sebagai pembawa makalah atau pembanding/penyanggah.
3.      Pembahasan Studi Kasus atau Topik Tertentu.
Yaitu Kegiatan yang diadakan dalam rangka membahas suatu studi kasus atau topik suatu tertentu, yang biasanya diikuti banyak peserta dan dipimpin oleh seorang yang ahli dalam bidang, sehingga seminar tersebut burfungsi memberikan kesempatan diskusi kepada para peserta dan menstrimulasi partisipasi anggota kelompok sehingga menjadi lebih aktif.
4.      Pertemuan Sekelompok Ahli
Yaitu Pertemuan sekelompok ahli atau pakar yang sedang mengkaji kebenaran hasil penelitian ilmiah di masyarakat di luar kalangan perguruan tinggi.
5.      Pembahasan Hasil Penelitian Ilmiah
Yaitu Pembahasan ilmiah (hasil penelitian yang dipimpin oleh seorang atau beberapa ahli dan dihadiri oleh beberapa penyanggah.
6.      Pertemuan Para Spesialis
Yaitu pertemuan yang diadakan atau dikhususkan hanya untuk para spesialis.
Terkadang suatu seminar dilanjutkan dengan lokakarya yang akan membahas hasil seminar tersebut secara lebih mendalam dalam forum peserta yang lebih sedikit dan waktu yang agak relatif longgar.
Untuk berjalannya sebuah seminar perlu adanya pengaturan acara yang bertujuan supaya memperlancar acara tersebut, antara lain :
1.      Ruang Seminar
Ruang seminar yang memadai adalah sebuah ruang yang memungkinkan interaksi aktif selurah peserta seminar. Sebuah meja bundar besar adalah sebuah contoh yang baik. Atau kursi yang disusun dengan melingkar. Ruangan tentu saja harus cukup tenang dan cukup terang untuk memberikan iklim yang enak untuk berseminar. Adanya sebuah papan tulis dapat membantu.
2.      Peserta
Semua peserta adalah bukan kertas kosong yang menunggu diisi, seperti halnya kuliah. Mereka harus sudah membaca tentang tema yang akan diseminarkan. Mereka bisa membuat sebuah esei pendek tentang tema yang diseminarkan. Bila yang diseminarkan adalah sebuah teks, teks tersebut telah dibaca secara analitis, ditandai, disertai tanggapan dan kritik.
Dengan terlebih dahulu membaca tentang tema yang akan diseminarkan, mereka telah mengolahnya di dalam kepala mereka. Mereka telah memiliki bayangan akan apa yang diseminarkan. Kertas di tangan yang berisi ringkasan tema yang diseminarkan menurut masing-masing peserta, akan memandu mereka nantinya di dalam seminar
3.      Moderator
Seorang moderator di dalam seminar berbeda dengan seorang lektor di dalam kuliah. Ia bukanlah seorang yang memberikan pelajaran, melainkan orang yang mengarahkan jalannya seminar.
Semestinyalah seorang moderator adalah orang yang paling senior dalam tema yang akan diseminarkan. Ini bukan berarti pendapatnyalah yang paling benar. Senioritas dalam penguasaan materi semata-mata untuk mengarahkan seminar, karena ia mestinya yang paling tahu tentang seluk beluk tema yang diseminarkan.
Peran seorang moderator ada dua: mengarahkan (directing) dan memoderasi (moderating). Dalam mengarahkan, ia menjaga agar seminar tidak melenceng dari tema. Dengan memoderasi, ia menjaga agar tidak ada satu orang atau satu ide tertentu yang terlalu mendominasi seminar sehingga seluruh tema seminar tidak tereksplorasi dengan baik.
Sebelum seminar, seorang moderator harus telah membaca tema yang akan diseminarkan, menyiapkan catatan tentang tema tersebut, menentukan kata-kata kunci, dan menyusun pertanyaan-pertanyaan kunci yang nantinya akan ditanyakan di dalam seminar. Di awal seminar ia dapat menuliskan terlebih dahulu poin-poin yang akan didiskusikan atau menggambarkan sebuah diagram yang mencerminkan ide yang akan didiskusikan.
Seorang moderator yang baik haruslah seorang pendengar dan pembicara yang baik. Ia mampu menangkap maksud sebuah pembicaraan dan membuatnya lebih jelas. Ia mampu memparafrasekan sebuah pertanyaan menjadi pertanyaan lain yang lebih jelas.
Mengingat beratnya tugas seorang moderator, sebaiknya seorang moderator tidak memimpin sebuah seminar lebih dari satu kali dalam sehari.
4.      Jalannya Seminar
Seminar dimulai dengan pengantar singkat dari moderator, dan langsung dilanjutkan dengan pertanyaan kunci yang dibahas oleh semua peserta secara bergiliran.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya seminar berjalan baik:
a. Seminar adalah sebuah diskusi dua arah. Tidak ada seorang yang lebih  mendominasi pembicaraan. Adalah tugas moderator untuk memperhatikan ini.
b.  Seminar bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah jelas ada jawabannya, lalu mengarah ke pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih dalam dan tidak jelas jawabannya. Pertanyaan jenis kedualah yang memberikan manfaat terbesar. Tidaklah banyak pertanyaan yang seperti demikian.
c.   Semua pertanyaan dan pernyataan dinyatakan dengan jelas tanpa ambiguitas. Jika sebuah pertanyaan atau pernyataan belum jelas, moderator harus bisa menunjukkan itu dan meminta sang pengujar untuk memperjelasnya.
d.   Masih berhubungan dengan poin pertama, setiap pertanyaan haruslah jelas sebelum ditanggapi dengan jawaban. Penanggap berhak meminta penjelasan lebih lanjut atas pertanyaan sebelum ia menjawab. Tanggapan tentunya juga harus relevan dengan pernyataan. Moderator juga harus memperhatikan ini.
e.   Sebuah pertanyaan bisa dilihat sebagai jembatan kepada pertanyaan lain yang lebih mendasar. Hanya dengan cara demikian sebuah seminar dapat memberikan manfaat lebih.
f.    Bila ada istilah yang sama, tetapi dipakai dengan arti yang berbeda oleh beberapa orang, moderator harus menunjukkan itu dan membuat kesepakatan dalam arti apa istilah itu dipakai sebelum melanjutkan seminar.
g.    Etiket harus diperhatikan dalam sebuah seminar, seperti halnya di sebuah meja makan. Bahasa harus santun dan tidak merendahkan. Moderator terlebih harus memberikan contoh yang dapat diikuti oleh peserta yang lain. Bukan berarti seminar tidak bisa dilakukan dengan ringan dan diiringi tawa, namun canda dan tawa dilakukan dengan wajar dan memberi makna di dalam seminar. Tidak ada yang lebih membantu untuk mengingat ketimbang ide-ide kreatif yang kadang membangkitkan tawa.
h.   Seminar adalah sebuah tempat untuk menggodok ide. Ia bukanlah tempat untuk membenarkan diri. Setiap orang harus kritis namun menerima bila ada pendapat yang lebih baik. Di dalam seminar semua orang memiliki posisi yang sama.
i.   Sebuah seminar yang baik tidaklah harus menghasilkan sebuah kesimpulan tunggal. Setiap orang bisa pulang dengan pendapatnya masing-masing. Yang terpenting adalah mata mereka lebih terbuka, mereka telah melihat ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka.
Demikianlah sebuah seminar Sokratik sebaiknya dilaksanakan. Dengan seminar seperti ini, semua peserta dapat mengambil manfaat. Sebuah seminar yang baik seperti ini dapat memberi manfaat seumur hidup yang mengendap sebagai manfaat terbaik yang dapat diberikan oleh sebuah pendidikan.

B.     Simposium
Yaitu agak mirip dengan seminar , simposium berasal dari bahasa latin symposium yang artinya “pertemuan”.
simposium+penerbangan
Gambar 2 . Contoh acara simposium dalam sebuah forum.
Simposium merupakan suatu rangkaian ceramah yang diberikan oleh dua atau sampai lima orang, dengan topik yang berlainan, tetapi berhubungan erat satu sama lainya yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk menganalisis beberapa aspek yang saling berhubungan dari macam macam bagian dari satu tajuk atau inti masalah.
Simposium dipimpin oleh seorang moderator dan mengordinasi jalanya pembicaraan dari pembicara atau pembahas dan penyanggah serta pertanyaan pertanyaan yang dianjurkan oleh peserta.
Simposium merumuskan pandangan-pandangan dari para pembicara atau peserta, namun tidak ada suatu kesimpulan akhir yang diambil.
      Selain itu ada kegunaan, kelebihan dan kelemahan lain dari Simposium, yaitu:
1.      Kegunaan Simposium
o  Untuk mengemukakan aspek-aspek yang berbeda dari suatu topik tertentu.
o  Jika kelompok peserta besar.
o  Kalau kelompok membutuhkan keterampilan yang ringkas.
o  Jika ada pembicara yang memenuhi syarat (ahli dalam bidang yang disoroti).
2.      Kelebihan
o  Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil.
o  Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat.
o  Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang lebih menarik.
o  Dapat direncanakan jauh sebelumnya.

3.      Kelemahan
o  Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun penyanggah sudah ditentukan.
o  Kurang interaksi kelompok.
o  Menekankan pokok pembicaraan.
o  Agak terasa formal.
o  Kepribadian pembicara dapat menekankan materi.
o  Sulit mengadakan kontnol waktu.
o  Secara umum membatasi pendapat pembicara.
o  Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk menjamin jangkauan yang tepat.
o  Cenderung dipakai secara berlebihan.


C.     Lokakarya
Atau biasa kita sebut dengan workshop atau academic workshop adalah pertemuan dari orang-orang yang berpengalaman dan bertanggung jawab dan ahli-ahli yang dapat membantu peserta guna membicarakan masalah atau pelajaran mereka yang dirasa sukar/sulit untuk dipecahkan sendiri dan bersama-sama mencarikan solusinya.

lokakarya
Gambar 3. Contoh acara Loka Karya.
Peserta Lokakarya berasal dari kelompok yang homogen dalam jumlah yang relatif sangat terbatas, sehingga setiap peserta dapat membicarakan secara aktif dan intensitas hingga keterlibatan peserta dalam pembicaraan lebih dinamis.
Sebagaimana telah disinggung di atas, lokakarya dapat dilakukan dalam rangka menindaklanjuti hasil atau rumusan suatu seminar untuk tema atau topik yang sama.
D.     Konferensi
Yaitu merupakan suatu pertemuan resmi para ahli atau pakar dari berbagai instansi dan lembaga dengan tujuan mencoba menyepakati hal hal yang penting dan khusus, sehingga diperoleh hasil yang baik atau memadai, karena diungkapkan dari pemikiran pemikiran para orang yang ahli di bidangnya.
 Pada umumnya suatu konferensi merupakan ajang pertemuan yang bersekala luas, baik tingkat nasional maupun internasional, melibatkan peserta dari berbagai negara dengan kualifikasi khusus.
E.      Kongres
Yaitu berasal dari kata congress yang artinya forum bertemunya wakil wakil yang berwenang dari suatu kelompok atau organisasi yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam menentukan pedoman kebijakan-kebijakan, program kegiatan dan adakalanya membentuk kepengurusan dari kelompok atau organisasi. Sama dengan konferensi, kongres juga dapat bersekala nasional maupun internasional.
Dalam lingkup internasional, misalnya ada kongres Taman Nasional Sedunia (World National Park Congress) atau kongres Guru Sedunia (World Teachers congres), peserta dari kongres-kongres tersebut adalah wakil-wakil dari Pengelola Taman Nasional tiap negara atau Organisasi Guru di suatu negara.
prosiding_kongres_pancasila
Gambar 4. Contoh suatu Kongres Pancasila.
Dalam lingkup lokal maupun nasional , banyak diselenggarakan kongres oleh berbagai kelompok atau organisasi, misalnya Kongres Nasional Ikatan Arsitek Indonesia , menyelenggarakan  kongres di suatu tempat dan dihadiri oleh wakil-wakil ikatan arsitek dari tiap provinsi atau Kongres Nasional Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (Congres of Indonesia Insternist Association) yang dihadiri oleh Pengurus Pusat dan Cabang organisasi tersebut.
F.      Diskusi
Diskusi berasal dari kata “discum” (bahasa latin) dan “discussio” (nahas inggris) yang artinya adalah interaksi. Adapun menurut istilah adalah Interaksi yang satu dengan yang lainnya dalam hal ini perilaku yang sama memberi informasi. Merubah, memperbaiki atau menerima sesuatu dari yang lain atau Sebagai wahana respon antara pribadi yang akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama dan Pertemuan untuk pikiran tentang suatu masalah.
Selain itu arti dari diskusi menurut Indra Yuzal,SE.,M.M.,dkk yaitu Pembicaraan mengenai hanya satu topik dengan tujuan untuk merumuskan kepentingan bersama. Diskusi ini biasanya diikuti 6 sampai 20 orang peserta dan dipimpin oleh seorang pimpinan diskusi atau moderator guna memecahkan suatu masalah dimana setiap peserta dapat saling tukar pendapat dan membina suatu team work.
20060719_Diskusi_Panel
     Gambar 5. Contoh acara diskusi
1.      Fungsi dari Diskusi sendiri adalah
a.         Pemecahan masalah, menentukan alternatif, usaha pemecahan dan tidak bersama dengan alternatif yang tidak direncakan.
b.        Mengembangkan pribadi,harga diri, hormat kepada sesama, berani mengatakan pendapat, dan mendalami permasalahan dalam suatu persoalan.
2.      Tujuan Diskusi adalah
a.    Untuk dapat menyadari , dan menguji bukti-bukti system nilai, pendapat danrespon dari suatu gagasan sendiri atau orang lain
b.    untuk menguji secara kolektif tentang suatu gagasan yang dikemukakan oranglain.
c.    Untuk bertukar pikiran dan ide, belajar mengungkapkan serta menanggapiketerangan yang relevan
d.   Mengaitkan data dan keadaan dari berbagai pandangan orang lain dan latarbelakang nya berbeda-beda.
3.      Macam-macam Diskusi adalah
a.       Bersifat Informal
1)   Model Laju IkanYaitu pembicaraan tidak resmi antar dua orang atau tiga orang dengan tempat atauwaktu tidak tentu yang dapat menemukan beberapa alternatif pemecahansetidaknya akan mendapat kan untuk menurunkan ketegangan dari suatupersoalan.
2)   Model Dengung lebahTerdiri dari beberapa kelompok kecil yang tidak ada keterkaitan biasanya dari duaatau sampai empat orang
3)   Model debatAdu logika antara seseorang dengan yang lain tentang sesuatu persoalan yangdidalamnya ada kelompok pro dan kontra dan disini ada semacam ego kolektif

b.      Bersifat Formal
1)      Model Lempar Katak 
Terjadinya pengumpulan gagasan yang cukup singkat, lantaran gagasan tersebutditampung oleh ketua diskusi dan jumlah anggotanya sekitar 8 sampai 12 orang.
2)             Model Panel
Yang berbicara adalah pakar dari berbagai keahlian untuk meni jau danmenganalisis suatu permasalah yang diajukan. Pertanyaan-pertanyaan diajukanoleh moderator dan peserta diskusi hanya memantau jalanya diskusi.
3)             Simposium
Hampir sama dengan diskusi panel, hanya dalam symposium para pakar dituntutuntuk mengungkapkan dan menjelaskan karya tulisnya dan peserta dapatmengajukan berbagai sanggahan secara langsung atau saran yang diajukan parapakar, karena itu symposium didalamnya berupa kajian dan pendapat tidak sampaipada keputusan jadi ruang lingkupnya cukup jelas.
4)             Seminar
Temu wicara untuk membahas suatu maslah tertentu (terbatas pada suatu persoalan)melalui prasaran dan kajian yang dimaksudkan untuk mendapatkan keputusanbersama.
5)             Work Shop
Telaah terhadap persoalan yang diikuti oleh orang ahli dalam permasalahan itu untuk mendapatkan suatu keputusan .
6)             Konvensi
Hampir sama dengan symposium, membahas persoalan yang cukup jelas, parapakar dan peserta diskusi berasal dari bidang keahlian yang sama walaupun berasaldari lembaga yang berbeda.
7)             Rapat Kerja
Pertemuan wakil-wakil pemimpin suatu instansi untuk mengkaji suati pekerjaanyang sesuai dengan pekerjaan mereka.
8)             Diskusi Kelompok
Beberapa orang yang mempunyai niat bersama terhadap suatu persoalan , bertemudan bertukar pikiran, komunikasi yang lebih dekat dan langsung karena baik tempatatau pun waktu dapat ditukar sendiri oleh kelompok. Jumlah anggota kelompok antara 6 sampai 8 orang. Pemimpin dipilih oleh kelompok itu sendiri dan biasberganti-ganti.


1.      Langkah-langkah Diskusi
a.       Persiapan
Dalam hal ini dim ulai dengan munculnya suatu persoalan sebagai bahan kajiandiskusi. Kemudian kegiatan berikutnya pembentukan panitia diskusi yangmempersiapkan segala hal yang berkenaan dengan diskusi yang meliputi :Administrasi, akomodasi, dan material.
b.      Pelaksanaan
Pada tahap ini dimulai dengan pembukaan ( dalam diskusi yang ruang lingkupnyabesar, biasanya dibuka oleh pejabat yang berwenang ). Kemudian pelaksanaan diaturoleh pemimpin/moderator dan sampai saat penutupan
c.       Penyelesaian
Pada bagian ini panitia/tim yang telah dipercaya mereka kembali dan mengumpulkanhasil – hasil diskusi, kemudian disusun dan dilaporkan kepada pihak – pihak yangterkait.
d.             Tindak Lanjut
Berakhirnya diskusi bukan berakhir segalanya namun harus mengadakan tengok balik/terhadap hasil diskusi tersebut. Sampai berapa jauh hasil diskusi yangdicapai/relevansinya dengan apa yang dipersoalkan, karena mungkin saja dari diskusitersebut dapat menimbulkan persoalan baru yang belum terpikirkan.
2.      Manfaat Diskusi
a.       Terangsang untuk lebih memahami masalah dilingkungannya, keluarga, masyarakat,organisasi, dan lingkungan lainnya
b.      Menumbuhkan bakat, sifat dan sikap kepemimpinan
c.       Latihan merumuskan buah pikiran yang jelas dan singkat.
d.      Melatih jiwa sabar
e.       Menubuhkan jiwa toleransi
f.       Membina dan melatih jiwa terbuka
g.      Mengembangkan kemantapan pikiran, kestabilan emosi, dan kedewasaan berpikir

G.     Panel
Pertukaran pikiran merupakan suatu pertemuan untuk mendengarkan percakapan antara tiga sampai delapan orangpanelis yang mengemukakan topik topik tertentu atau topik yang bersifat spesifikasi yang telah ditentukan terlebih dahulu, dan dipimpin oleh seorang moderator untuk didiskusikan bersama sehingga diperoleh  masukan tentang pendapat-pendapat yang berbeda dan peserta distimulasi untuk berdikusi.
Perbedaan pendapat antarpanelis atau pakar merupakan hal yang biasa, karena dalam diskusi panel tidak akan mengambil suatukesepakatan atau keputusan. Perbedaan pendapat tersebut justru akan menstimulasi bagi hadirin dalm menambah wawasan berpikir mereka.
Peran hadirin biasanya tidak diberi kesempatan berbicara untuk mengemukakan pendapatnya selama panelis berdiskusi dan perannya banyak sebagai pendengar yang dapat merangsang cara berpikir mereka dengan mendapatkan berbagai perspektif pandangan yang disampaikan para panelis.
Selain penggunaan ada pula kelebihan dan kelemahan dalam sebuah panel, yaitu:
1.Penggunaan
o  Ingin mengemukakan pandapat yang berbeda-beda.
o  Ingin memberi stimulus para pendengar akan adanya suatu persoalan yang perlu  dipecahkan.
o  Ada panelis yang memenuhi syarat.
o  Pembicaraan terlalu luas untuk didiskusikan dalam kelompok itu.
o  Ingin mengajak pendengar melihat “ke dalam” tetapi tidak menginginkan tanggapan secara verbal.
o  Ada moderator yang cakap, yang dapat menguasai segala aspek dan persoalan yang dibicarakan.
2. Kelebihan
o  Mudah tersesat bila moderator tidak terampil.
o  Memungkinkan panelis berbicara terlalu banyak.
o  Tidak memberi kesempatan peserta untuk berbicara.
o  Cenderung menjadi serial pidato pendek.
o  Membutuhkan persiapan yang cukup masak.
4.    Kekurangan
o     Membangkitkan pikiran.
o     Mengemukakan pandangan yang berbeda-beda.
o     Mendorong ke analisis lebih lanjut.
o     Memanfaatkan para ahli untuk berpendapat dan proses pemikirannya dapat       membelajarkan orang lain.

H.     Debat
Yaitu merupakan sebuah metode pertemuan di mana pihak yang pro dan kontra dapat menyampaikan pendapat mereka. Debat dapat mempertajam membangkitkan analisis dari kelompok yang menimbulkan daya tarik dan dapat diikuti oleh sejumlah peserta.
Dalam pelaksanaan debat dapat diikuti dengan suatu tangkisan atau tidak sesuai dengan kesepakatan dengan kesepakatan yang telah ditentukan terlebih dahulu. Anggota kelompok dapat juga bertanya kepada peserta debat atau pembicara.
Debat dengan sekala nasional maupun internasional kadangkala disaksikan oleh banyak orang melalui tayangan televisi atau didengar melalui radio, seperti halnya debat para calon presiden yang berdebat mengenai program progaram ilmiah dari para calon jika nanti mereka terpilih.
I.    Sarasehan
Yaitu bentuk pertemuan yang dihadiri oleh sekelompok undangan tertentu untuk membicarakan suatu masalah dengan cara yang informal dan dalam suasana yang rileks, bahkan tempat duduk peserta cukup di lantai saja atau yang dikenal dengan istilah lesehan.
Dalam pertemuan ini ada yang memimpin dan hadirin atau peserta dipersilahkan dengan bebas dan terbuka dan secara rileks dalam suasana yang informal dan ceria menyampaikan gagasan dan saran untuk memecahkan permasalahan tertentu yang menjadi topik permasalahan.
J.   Forum
Yaitu diskusi terbimbing yang diikuti banyak peserta, misalnya sekitar 25 orang, dengan narasumber yang mendiskusikan berbagai masalah.
Perserta dalam forum dapat saling bertanya atau menanyakan kepada narasumber yang ada, mengemukakan pikiran dan perasaannya, narasumber akan berbicara menurut kebutuhan dan kepentingan peserta. Dalam forum ini, peserta dapat berpartisipasi penuh dan memperoleh pengetauhan dari narasumber maupun peserta lainnya, dan peran pimpinan forum atau moderator sangat membantu kelancaran jalannya diskusi.
Dalam forum tidak ada keputusan yang diambil, pimpinan forum hanya menyampaikan ikhtisar pembicaraan dan himbauan kepada semua pihak yang telah mengikuti forum pada saat forum berakir.
            Selain penggunaan, juga ada kelemahan dan kelebihan dari forum sendiri.yaitu:
1.      Penggunaan
o  Untuk memberi kesempatan interaksi kelompok.
o  Pada saat diperlukan kombinasi antara maksud penyajian dengan reaksi kelompok.
o  Jika diinginkan pandangan/tanggapan dari pengunjung.
o  Kalau kelompok itu sangat besar.
2.      Kelebihan
o  Menambah pandangan dengan reaksi pengunjung.
o  Dapat dipakai terutama pada kelompok yang besar.
o  Dapat dipakai untuk menyajikan keterampilan yang banyak dalam waktu singkat.
o  Pergantian pembicara menambah vaniasi.
o  Reaksi pengunjung mendorong pengunjung untuk mendengarkan dengan lebih banyak perhatian.

3.      Kelemahan
o  Membutuhkan banyak waktu.
o  Pribadi masing-masing pembicara dapat memaksakan pada mateni yang kurang tepat.
o  Tanggapan dari kelompok tertunda.
o  Sulit mengendalikan waktu.
o  Periode forum mudah terulur




Tidak ada komentar:

Posting Komentar